Ebook I’rab: Dasar-dasar dan Contoh Praktis

  1. Pengantar

Bahasa Arab memiliki sistem gramatikal yang unik dan terstruktur, menjadikannya salah satu bahasa yang menantang untuk dipelajari. Salah satu komponen penting dalam memahami bahasa Arab adalah I’rab. Melalui pemahaman I’rab, kita dapat mengetahui fungsi kata dalam kalimat dan bagaimana perubahan akhir kata dapat mempengaruhi makna kalimat secara keseluruhan. Ebook ini hadir sebagai panduan dasar untuk mempelajari I’rab beserta contoh-contohnya.

  1. Definisi I’rab

I’rab berasal dari kata kerja (أَعْرَبَ) yang berarti "menjelaskan" atau "menyatakan dengan jelas". Dalam ilmu nahwu, I’rab adalah perubahan yang terjadi pada akhir kata isim, fi’il, atau huruf karena perubahan posisi gramatikalnya dalam suatu kalimat. Perubahan ini dapat terlihat secara jelas (lafazh) atau tersembunyi (takdir).

  1. Jenis-Jenis I’rab
  2. I’rab Raf’ (Marfu’)

Raf’ adalah posisi gramatikal yang ditandai dengan tanda dhammah atau penggantinya. Kata yang berada dalam posisi raf’ biasanya berfungsi sebagai mubtada, khabar, fa’il, atau isim kana.

Contoh:

  1. I’rab Nashab (Manshub)

Nashab adalah posisi gramatikal yang ditandai dengan tanda fathah atau penggantinya. Kata yang berada dalam posisi nashab biasanya berfungsi sebagai maf’ul bih, khabar inna, atau hal.

Contoh:

  1. I’rab Khafdh/Jarr (Majrur)

Khafdh atau jarr adalah posisi gramatikal yang ditandai dengan tanda kasrah atau penggantinya. Khafdh hanya berlaku untuk isim dan biasanya disebabkan oleh huruf jar atau sebagai mudhaf ilaih.

Contoh:

  1. I’rab Jazm (Majzum)

Jazm adalah posisi gramatikal yang ditandai dengan tanda sukun atau penggantinya. Jazm hanya berlaku untuk fi’il mudhari’.