HURUF YANG DIPELAJARI DALAM ILMU I'RAB, NAHWU, DAN SHARAF

Berbagai huruf yang dipelajari dalam ilmu I'rab, Nahwu, dan Sharaf beserta fungsinya:

  1. Huruf Jar (حُرُوفُ الْجَرِّ) Fungsi: Mengubah status i'rab isim setelahnya menjadi majrur (kasrah). Contoh: مِنْ (dari), إِلَى (ke), عَنْ (dari), عَلَى (atas), فِي (di dalam).
  2. Huruf Nasb (حُرُوفُ النَّصْبِ) Fungsi: Mengubah status i'rab fi'il mudhari menjadi manshub (fathah). Contoh: أَنْ (agar), لَنْ (tidak akan), كَيْ (supaya), إِذًا (kalau begitu).
  3. Huruf Jazm (حُرُوفُ الْجَزْمِ) Fungsi: Mengubah status i'rab fi'il mudhari menjadi majzum (sukun). Contoh: لَمْ (tidak), لَا النَّاهِيَة (jangan), إِنْ (jika).
  4. Huruf Atf (حُرُوفُ الْعَطْفِ) Fungsi: Menghubungkan dua kata atau dua kalimat yang setara. Contoh: وَ (dan), فَ (maka), ثُمَّ (kemudian), أَوْ (atau).
  5. Huruf Istifham (حُرُوفُ الاِسْتِفْهَامِ) Fungsi: Untuk membuat kalimat tanya. Contoh: هَلْ (apakah), أَ (apakah), مَتَى (kapan).
  6. Huruf Nida' (حُرُوفُ النِّدَاءِ) Fungsi: Memanggil seseorang atau sesuatu. Contoh: يَا (wahai), أَيَا (wahai), هَيَا (ayo).
  7. Huruf Shart (حُرُوفُ الشَّرْطِ) Fungsi: Menunjukkan hubungan sebab-akibat antara dua kalimat. Contoh: إِنْ (jika), لَوْ (seandainya), كُلَّمَا (setiap kali).
  8. Huruf Istitsna' (حُرُوفُ الاِسْتِثْنَاءِ) Fungsi: Mengecualikan sesuatu dari yang umum disebutkan. Contoh: إِلَّا (kecuali), غَيْرُ (selain), سِوَى (selain).
  9. Huruf Taukid (حُرُوفُ التَّوْكِيدِ) Fungsi: Memberi penegasan pada kalimat. Contoh: إِنَّ (sesungguhnya), لَ (sungguh).
  10. Huruf Shilah (حُرُوفُ الصِّلَةِ) Fungsi: Menghubungkan kalimat atau frasa tertentu. Contoh: أَنْ (bahwa), لِكَيْ (agar).
  11. Huruf Zaidah (حُرُوفُ الزَّائِدَةِ) Fungsi: Penekanan atau tambahan tanpa mengubah struktur dasar. Contoh: مَا dalam مَا جَاءَ أَحَدٌ (tidak ada seorang pun yang datang).
  12. Huruf Tahqiq (حُرُوفُ التَّحْقِيقِ) Fungsi: Menguatkan kebenaran sesuatu. Contoh: قَدْ (sungguh), لَقَدْ (benar-benar).
  13. Huruf Nafiy (حُرُوفُ النَّفْيِ) Fungsi: Menafikan (meniadakan) sesuatu. Contoh: لَا (tidak), مَا (tidak).
  14. Huruf Takhfif (حُرُوفُ التَّخْفِيفِ) Fungsi: Untuk meringankan kalimat. Contoh: إِنْ (bentuk ringan dari إِنَّ).
  15. Huruf Tamanni (حُرُوفُ التَّمَنِّي) Fungsi: Menunjukkan harapan yang sulit terjadi. Contoh: لَيْتَ (andai saja).
  16. Huruf Taraji (حُرُوفُ التَّرَجِّي) Fungsi: Menunjukkan harapan yang mungkin terjadi. Contoh: لَعَلَّ (semoga).
  17. Huruf Tahdid (حُرُوفُ التَّهْدِيدِ) Fungsi: Untuk memberikan ancaman. Contoh: إِيَّاكَ (awas kamu).
  18. Huruf Ibtida' (حُرُوفُ الاِبْتِدَاءِ) Fungsi: Mengawali kalimat atau memberi penekanan. Contoh: أَمَّا (adapun).